• Jenis-jenis Cairan Pembersih Luka

    Povidone iodine merupakan salah satu cairan pembersih luka yang umum

    Cairan pembersih luka digunakan untuk membersihkan kontaminan, benda-benda asing, dan eksudat dari permukaan luka. Selain itu, cairan pembersih luka juga dapat digunakan untuk mengairi rongga luka yang dalam. Cairan ini terbuat dari surfaktan, bahan pembersih, pelembab, dan antimikroba. Menggunakan cairan pembersih luka juga merupakan cara yang efektif dalam mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi laju infeksi. Namun, perlu kehati-hatian dalam membersihkan luka. Pembersihan yang rutin malah dapat menghilangkan produk atau jaringan tertentu yang penting bagi proses penyembuhan, misalnya faktor pertumbuhan, regenerasi pertumbuhan, dan kemokin. 

    Cairan pembersih luka harus digunakan sebagai langkah pertama dalam mengatasi luka kronis atau akut. Cairan pembersih luka tersebut diperlukan untuk membersihkan benda-benda asing serta mengurangi risiko terjadinya infeksi. Anda juga perlu memilih cairan pembersih luka yang tepat. Dalam dunia medis, keputusan dalam memilih bahan pembersih umumnya tergantung pada panduan lokal dan preferensi pribadi. Cairan pembersih luka harus non-cytotoxic, biokompatibel atau tidak menginduksi respon kekebalan tubuh/imun, dapat mengurangi jumlah bakteri patogen, bersikap tidak peka, mudah diakses, hemat biaya, dan tetap stabil atau dapat digunakan meskipun memiliki umur simpan yang relatif lama. 

    Jenis, manfaat, dan kekurangan cairan pembersih luka:

    • Air minum

    Sebagai cairan pembersih luka, air minum memiliki tingkat keamanan yang sangat baik. Selain itu, air minum juga murah, mudah didapatkan, dan efisien. Air minum dianggap sebagai alternatif yang cukup ketika air steril ataupun larutan garam normal tidak tersedia. Sayangnya, penggunaan air minum memiliki risiko infeksi yang cukup tinggi, dan penggunaannya harus dihindari apabila melibatkan luka yang dalam (terutama apabila melibatkan tulang dan tendon yang terlihat). Selain itu, air minum tidak bersifat isotonic. 

    • Air steril

    Air jenis ini dapat digunakan sebagai pilihan alternatif apabila saline normal menyebabkan kontraindikasi. Sayangnya, air steril tidak memiliki sifat antimikroba dan tidak dapat menurunkan demam. Selain itu, terlalu lama membasahi luka dengan air steril dapat menyebabkan eksudat luka meningkat, dan menyebabkan penggantian perban dengan sering. Air steril juga tidak mempercepat proses penyembuhan luka apabila terdapat biofilm patogen. Apabila digunakan untuk mengairi luka yang dalam, air steril dapat menyebabkan rasa sakit. Sehingga penggunaan analgesia dapat dibutuhkan. 

    • Saline normal (NaCl sebesar 0,9 persen)

    Saline normal merupakan larutan isotonic yang tidak mengganggu proses perbaikan luka yang normal. Saline normal memiliki toksisitas yang rendah apabila dibandingkan dengan cairan pembersih luka lainnya. Larutan ini juga tidak menyebabkan reaksi alergi. Selain itu, saline normal memiliki laju infeksi luka yang sama dengan air minum. Sayangnya, saline normal tidak dapat membersihkan luka necrotic atau kotor dengan efektif. Saline normal juga tidak memiliki sifat antimikroba. Sisa-sisa saline normal yang tidak terpakai atau wadah yang telah dibuka harus dibuang dan tidak boleh dipakai di kemudian hari. 

    • Asam asetat

    Dikenal juga dengan nama cuka, cairan pembersih luka ini memiliki harga yang terjangkau dan mudah ditemukan. Larutan ini sangat efektif dalam melawan bakteri S. aureus, MRSA, dan P. aeruginosa, serta bakteri-bakteri lain dengan Gram-negatif. Selain itu, asam asetat juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Apabila dioleskan, asam asetat lebih dari 2% akan menyebabkan perih. 

    Beragam produk cairan pembersih luka di atas dapat dijadikan pilihan dalam menentukan produk mana yang tepat untuk jenis luka Anda. Konsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosa dan rekomendasi yang tepat.


    Tags Tags : ,
  • Commentaires

    Aucun commentaire pour le moment

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Ajouter un commentaire

    Nom / Pseudo :

    E-mail (facultatif) :

    Site Web (facultatif) :

    Commentaire :